22 Juni 2009

Blogger Merangin : Meretas Kesombongan Si Penipu

Catatan Kopdar #1:

Mengawali tulisan ini ada baiknya aku kutip Wang Yang ming (Tokoh Pengajaran Tradisional China): "Tak ada satupun di dunia yang bisa dicapai tanpa kemauan keras. Penguasaan setiap keahlian berasal dari kemauan kuat.” Dari filosofis itu, barangkali kita bisa mereduksi pemikiran tentang bagaimana, dan seterusnya untuk apa kita berbuat! Tentunya komitmen awal ini yang menurut saya penting dalam membentuk sebuah komunitas blogger Merangin, dengan asumsi bahwa setiap blogger tentu mempunyai motivasi yang berbeda dalam dunia maya. Barangkali sebagian kita motivasi ngeblog pada awalnya sekedar sebagai ajang aktualisasi diri, barangkali diantara kita ada yang mempunyai ambisi begitu besar untuk mewujudkan suatu keinginan awal mereka mengenal dunia absurd ini. Dan seolah-olah terlalu tendensius, sehingga mengesampingkan kebersamaan yang ingin di bangun.


Sebagai modal awal dalam langkah mewujudkan hal itu, tentunya dibutuhkan semangat kekeluargaan dan saling berbagi. Saya sendiri menyambut positif atas terbentuknya komunitas ini, namun lagi-lagi tujuan kita berupa keinginan sharing ilmu diantara sesama blogger memang perlu dikedepankan. Memang dalam mengelola "kelompok" seperti ini tidak gampang, dibutuhkan orang-orang yang selain kompeten dia juga harus memahami aturan umum baik sebagai blogger di dunia absurd ini maupun sebagai sibiasa dalam keseharian. Penekanan ini saya pikir tidaklah klise belaka, alasannya jika semua komponen ini sinergis tentunya harapan yang ingin dicapai semaksimal mungkin dapat diwujudkan.


"Kita ini penipu!" menyitir Kang Sawa, penipu dalam tanda kutip tentunya. Jika pakai rasio kita dalam kehidupan dunia absurd ini, memang ada benarnya. Namun pada kenyataan banyak diantara kita yang masih mempunyai idealisme yang mengagumkan sampai hari ini. Tentang siapa contohnya, tidak perlu saya sampaikan di sini. Kita rasakan saja dalam menyelami dunia absurd ini bagaimana perbandingan persentase ilmu-ilmu yang kita dapat dengan kebohongan-kebohongan para blogger atau netter itu ternyata sangatlah besar. Di sisi lain, kita pinter yang berkat mereka. Intinya kita retas saja ego dan rasa sombong yang ada pada diri kita masing-masing sehingga tatar kebersamaan itu akan terasa kental dan manfaat dari terbentuknya komunitas ini akan terasakan benar.


Sekali lagi, kita teruskan apa yang sudah kita mulai. Majulah blogger Merangin dalam membawa angin segar Merangin ke dunia absurd, tunjukkan eksistensi kita kepada dunia! Salam dari WongSASTRA, Bravo!

Kembali lagi ke atas