Seminggu menjelang lebaran 1430 H yang jatuh pada Hari Minggu Tanggal 20 September 2009 lalu, aku terkapar tak berdaya. Sekujur tubuh menggigil, sendi-sendi tidak bisa digerakan, makan tidak enak tidur apalagi jelas tidak nyenyak. Disertai dengan cuaca yang tidak menentu, rasanya sempit pemandangan di sekitar. Lha wong namanya lagi sakit, ya seperti itu, gerutuku. Penasaran dengan apa yang menimpaku, sambil merasakan sakit kupaksa berfikir. Tak memerlukan waktu lama ketahuan penyebabnya: nyamuk kecil sialan itu yang sama menyebabkan demam berdarah yang membuatku sengsara begini. Lebih ekstrem lagi nama penyakit yang dibawanya: CHIKUNGUNYA!!!
Hingga hari ini, lebaran sudah berlalu sekian hari tapi rasa ngilu-ngilu seerti rematik yang disebabkan penyakit chikungunya itu belum juga hilang dari tubuh ini....
terbayang kita kemaren melewati lebaran dengan keluarga, nyaris tanpa merasakan bagaimana nikmatnya "panganan" lebaran. Hampir saja aku tak menikmati rasanya silaturahmi pada kerabat, teman, dan tetangga sekitarnya. Padahal kebiasaan salam-salaman ini sudah menjadi tradisi pada masyarakat kami. Walah, lagi-lagi gara-gara chikungunya itu.









