 |
| Source : http://kamuntiang.blogspot.com |
Menjelajahi pikiran yang lama tidak difungsikan, rasanya merupakan suatu pekerjaan yang muskhil. Namun tidak salahnya juga jika kita sedikit berusaha membuka cakrawala berpikirnya. Barangkali saja ada manfaatnya, untuk kita atau untuk orang lain. Dalam kurun waktu "menyepi" itu terkadang apa yang kita lakukan mengalir apa adanya. Justru di saat itu, segala ide yang sudah ada dalam pikiran tidak mudah untuk dimanifestasikan. Namun perlu waktu untuk mengendapkannya. Bisa, langsung dituangkan dalam berbagai bentuk tulisan. Namun tulisan-tulisan itu belum mempunyai "greget" apalagi nilai kesastraan.
Sebagai bahan renungan coba simak
sajak-sajak ini, atau s
ajak-sajak ini dan bandingkan dengan sajak yang kita buat hanya berdasarkan spontanitas dan menyesuaikan "budaya pop" yang sedang menjadi trend. Ada perbedaannya ! Kesan bersahaja, dan hati untuk memilih diksi maupun konteks situasi yang dipilih cukup memberikan kesan bahwa sajak-sajak tersebut terlahir bukan secara instan. Tetapi membutuhkan waktu "pengendapan" ide yang kemudian di ramu dengan elemen pembagun sastra yang lain.