Melodi Gerimis
Malam gerimis
seperti mengurai melodi
ritmis.....
aku terjebak dalam debat kusir
antara sahabat yang mensitir
dari Shakespeare hingga Lenin
lalu bermuara pada
aroma sangit daging kambing
dan kami berpesta
Padang, 21 September 2011
Merenda Kesangsian
Subuh
dalam kemelut kabut
aku bersujud pada-Mu
meski tersadar menghampiri
masih juga menelurkan gelisah
akan diri
akan niat ini
akan kesangsian
sampaikah aku pada kekhusukan ?
Padang, 21 September 2011
Memoar Hujan
Senja terkulai
luruh dalam lirik rintik rinai
dalam sekejap pekat lalu bersimaharaja lela
di antara nanar mata memandang
kusimak desah hujan
yang setia hingga penat menghampiri
Senja lunglai
sendiri menekuri dawai-dawai gemericik
tetesan air pada atap-atap
aku jenuh.....menunggu
Padang, 20 September 2011
BBM Ratusan Kaki
Siang.....
bergumul hangat matahari
aku berjejal ngantri
ratusan kaki mengebiri
Oo inilah wahai
segala penat yang menggumpal
menahan peluh
tak juga aku lalui deretan ini
menunggu
wah....
keluarga ini
secepat lalat melambai menyodorkan tangki
lalu terisi dan pergi
kembali dan lagi.....
haruskan aku menjadi keluarga polisi
biar bbm tak antri ?
aku masih setia dalam barisan ini
ratusan kaki...
lelah, hanya untuk kuota 50 ribu rupiah
ah.....negeriku
Bangko, 27 Agustus 2011
21 September 2011
Sajak-Sajak Jen kelana dari Facebook
Diposkan oleh Jen Kelana Pada 20:44








